Sabtu, 31 Januari 2026

Siomay Ayam Rp10.000 per Biji di PIK vs Buat Sendiri di Rumah : Lebih Hemat Mana? Ini Hitungannya!


Siomay adalah salah satu makanan yang rasanya sangat “Indonesia”. Dari pinggir jalan sampai kawasan elite, dari gerobak kaki lima sampai food court modern, siomay selalu punya tempat di hati banyak orang. Teksturnya yang lembut, dipadukan dengan saus kacang yang gurih dan sedikit pedas, membuat siomay cocok dimakan kapan saja sebagai camilan, menu sarapan, bahkan pengganjal lapar di sore hari.

Belakangan ini, siomay kembali ramai dibicarakan di media sosial. Salah satu yang cukup mencuri perhatian adalah siomay yang dijual di kawasan PIK (Pantai Indah Kapuk), Jakarta Utara, dengan harga sekitar Rp10.000 per biji. Bagi sebagian orang, harga tersebut dianggap wajar karena lokasi dan kualitasnya. Namun bagi sebagian lainnya, muncul pertanyaan sederhana tapi penting : “Kalau bikin sendiri di rumah, sebenarnya bisa lebih hemat nggak, sih?”

Sebagai seseorang yang memiliki latar belakang manajemen, saya terbiasa melihat sesuatu dari dua sisi : rasa dan angka. Maka di artikel ini, saya tidak hanya membagikan resep siomay ayam lengkap, tetapi juga mengajak kamu menghitung secara realistis perbandingan biaya antara membeli siomay di luar dan membuatnya sendiri di rumah.
Di akhir artikel, keputusan tetap ada di tangan kamu. Tugas saya hanya menyajikan datanya.

Sedikit Sejarah : Siomay dan Perjalanannya di Indonesia

Siomay sebenarnya merupakan adaptasi dari makanan Tionghoa bernama shumai. Ketika masuk ke Indonesia, siomay mengalami penyesuaian rasa agar sesuai dengan lidah lokal. Di Indonesia, siomay justru lebih identik dengan saus kacang, berbeda dengan shumai asli yang biasanya disajikan tanpa saus.

Di Bandung, siomay bahkan menjadi ikon kuliner. Hampir di setiap sudut kota, kita bisa menemukan penjual siomay dengan berbagai variasi : siomay ayam, ikan tenggiri, tahu, pare, kol, kentang, dan telur. Dari sanalah siomay kemudian menyebar luas ke berbagai daerah di Indonesia dengan karakter masing-masing.

Menariknya, siomay adalah contoh makanan rakyat yang kini juga naik kelas. Dari harga beberapa ribu rupiah per potong, kini ada siomay yang dijual di kawasan premium dengan harga belasan ribu rupiah per biji.

Siomay di PIK Rp10.000 per Biji : Mahal atau Masuk Akal?

PIK dikenal sebagai kawasan dengan biaya hidup relatif tinggi. Harga makanan di sana tentu dipengaruhi oleh biaya sewa tempat, branding, kualitas bahan, dan target pasar. Jika satu porsi siomay terdiri dari 4–5 biji, maka satu porsi bisa mencapai Rp40.000–Rp50.000, belum termasuk minuman. Untuk makan siang atau camilan sesekali, mungkin masih bisa diterima. Namun jika siomay adalah makanan favorit yang sering dikonsumsi, angka ini tentu perlu dipertimbangkan. Di sinilah pendekatan keuangan sederhana mulai relevan : cost comparison.

Perbandingan Biaya : Beli di Luar vs Buat Sendiri di Rumah

Sekarang kita masuk ke bagian yang paling menarik : hitung-hitungan. Berikut adalah estimasi harga rata-rata bahan di Indonesia (harga bisa berbeda di tiap daerah, tapi kita ambil nilai tengah).

Bahan Siomay :
Dada ayam filet 250 gr : Rp12.000
Labu siam 45 gr : Rp2.000
Tepung tapioka 110 gr : Rp3.000
Tepung terigu 20 gr : Rp1.000
Putih telur, bumbu dapur, minyak, air es : ±Rp5.000
Kulit pangsit 14 lembar : Rp5.000
Kol, kentang, telur : ±Rp8.000
Subtotal bahan siomay : ± Rp36.000

Bahan Bumbu Kacang :
Kacang tanah 100 gr : Rp6.000
Bawang merah & putih : Rp5.000
Cabai merah keriting : Rp4.000
Kemiri, gula merah, asam Jawa, saus sambal, maizena : ±Rp7.000
Subtotal bumbu kacang : ± Rp22.000
Total estimasi biaya : ± Rp58.000

Dari resep ini, kamu bisa menghasilkan sekitar 20–25 buah siomay, tergantung ukuran. Biaya per biji (homemade) jika kita ambil 22 buah siomay : Rp58.000 ÷ 22 ≈ Rp2.600 per biji. Bandingkan dengan : Rp10.000 per biji di PIK. Secara angka, membuat sendiri jelas jauh lebih hemat, bahkan bisa menghemat lebih dari 60%.

Resep Siomay Ayam Homemade (Lengkap & Detail)

Setelah melihat perbandingannya, sekarang saya bagikan resepnya secara lengkap.

Bahan Siomay :
250 gr dada ayam filet
1 sdt garam
1 sdm gula pasir
1 sdt penyedap
1/4 sdt lada bubuk
1 sdm saus tiram
1 butir putih telur
50 ml air es
45 gr labu siam parut (peras airnya)
1 sdm minyak goreng
110 gr tepung tapioka
20 gr tepung terigu protein sedang
8 lembar kol
14 lembar kulit pangsit persegi
2 buah kentang
2 butir telur rebus

Bahan Bumbu Kacang :
100 gr kacang tanah
5 siung bawang putih
7 siung bawang merah
10 buah cabai merah keriting
3 buah kemiri
550 ml air
80 gr gula merah
1 sdt garam
3 sdm air asam Jawa
1 sdm saus sambal
3 sdm larutan maizena

Cara Membuat Singkat :
1. Haluskan dada ayam, lalu campur dengan bumbu, putih telur, dan air es.
2. Masukkan labu siam, minyak, tepung tapioka, dan tepung terigu. Aduk rata.
3. Bentuk adonan menggunakan kulit pangsit dan kol.
4. Kukus bersama kentang dan telur hingga matang.
5. Untuk bumbu kacang, goreng bahan, haluskan, lalu masak dengan air dan bumbu hingga kental.
6. Sajikan siomay dengan saus kacang.

Untuk langkah detail, tekstur adonan, dan visual hasil akhirnya, kamu bisa langsung menonton video resep lengkapnya di sini.

Jadi, Lebih Pilih Beli atau Buat Sendiri?

Jawabannya sangat tergantung kondisi masing-masing. Kalau kamu sibuk, ingin praktis, dan menganggap waktu lebih berharga,
maka membeli siomay di luar bisa jadi pilihan yang masuk akal. Namun jika kamu ingin lebi hemat, suka memasak, atau ingin punya kontrol penuh atas bahan dan rasa, maka membuat siomay sendiri di rumah jelas pilihan yang lebih ekonomis.

Lewat artikel ini, saya ingin menunjukkan bahwa memasak bukan hanya soal rasa, tapi juga soal keputusan finansial kecil yang berdampak besar jika dilakukan secara konsisten. Semoga artikel ini bermanfaat, dan silakan tentukan pilihan terbaik versimu sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar