Selasa, 03 Februari 2026

Martabak Pandan Mini Dijual Rp2.000 per Pcs Masih Untung atau Rugi? Ini Hitungan Modal & Resep Lengkapnya


Martabak adalah salah satu makanan yang hampir bisa dibilang “lintas generasi” di Indonesia. Dari martabak manis klasik dengan topping kacang dan keju, hingga martabak telur yang gurih dan mengenyangkan, makanan ini selalu punya tempat tersendiri di hati masyarakat. Menariknya, martabak juga termasuk jenis makanan yang mudah beradaptasi dengan tren.

Beberapa tahun terakhir, martabak tidak lagi identik dengan ukuran besar dan harga puluhan ribu rupiah. Hadirnya martabak mini, termasuk martabak pandan mini, membuat makanan ini semakin digemari. Ukurannya kecil, rasanya manis dan lembut, warnanya menarik, serta harganya relatif terjangkau. Tidak heran jika martabak pandan mini sering dijadikan camilan harian, suguhan acara, sampai ide jualan rumahan.

Namun muncul satu pertanyaan penting, terutama bagi yang ingin menjadikannya peluang usaha : “Kalau dijual Rp2.000-an per pcs, itu masih untung atau malah rugi?”. Sebagai seseorang yang memiliki latar belakang manajemen, saya meyakini bahwa setiap ide jualan harus dihitung dengan angka, bukan hanya pakai feeling. Maka di artikel ini, saya akan mengajak kamu membahas martabak pandan mini dari dua sisi sekaligus, yaitu rasa dan perhitungan modal.

Sekilas Sejarah Martabak di Indonesia

Martabak di Indonesia merupakan hasil akulturasi budaya. Martabak manis yang kita kenal sekarang dipercaya berasal dari adaptasi martabak Bangka, yang kemudian berkembang dengan berbagai inovasi rasa dan topping. Sementara martabak telur dipengaruhi oleh kuliner Timur Tengah dan India.

Seiring waktu, martabak tidak lagi sekadar makanan berat. Banyak inovasi yang muncul seperti martabak tipis kering, martabak lipat, martabak mini, hingga martabak dengan warna dan rasa yang unik seperti pandan, red velvet, dan cokelat.

Martabak pandan mini sendiri menjadi populer karena aromanya khas dan wangi, warnanya menarik secara visual, dan cocok untuk dijual dengan harga terjangkau. Dari sisi bisnis, martabak mini juga menarik karena modalnya relatif kecil dan target pasarnya luas.

Hitungan Modal Membuat Martabak Pandan Mini di Rumah

Sekarang kita masuk ke bagian paling penting yaitu perhitungan modal. Perhitungan ini menggunakan harga rata-rata bahan di Indonesia, jadi wajar jika di tiap daerah bisa sedikit berbeda.

Estimasi Harga Bahan Utama

Bahan adonan :
Tepung terigu protein sedang 250 gr : ± Rp4.000
Gula pasir 60 gr : ± Rp1.200
1 butir telur : ± Rp2.500
Garam & vanila essens : ± Rp500
Susu bubuk 30 gr + air hangat : ± Rp3.000
Baking powder & baking soda : ± Rp1.000
Pasta pandan : ± Rp1.500
Subtotal bahan adonan : ± Rp13.700

Estimasi Biaya Topping

Topping bersifat fleksibel, tapi kita ambil standar yang umum dipakai yaitu :
Margarin : ± Rp3.000
Gula pasir : ± Rp1.000
Meses coklat : ± Rp4.000
Keju parut : ± Rp6.000
Subtotal topping : ± Rp14.000
Total Estimasi Modal Produksi : Rp13.700 + Rp14.000 = Rp27.700

Dengan adonan di atas, kamu bisa menghasilkan sekitar 25–30 pcs martabak pandan mini, tergantung ukuran cetakan dan ketebalan adonan. Untuk perhitungan aman, kita ambil di 25 pcs. Biaya Produksi per Pcs : Rp27.700 ÷ 25 pcs = ± Rp1.108 per pcs. Agar lebih realistis, kita tambahkan gas/listrik, penyusutan alat, dan risiko bahan terbuang, maka biaya produksi dibulatkan menjadi ± Rp1.300 per pcs.

Dijual Rp2.000 per Pcs, Untung atau Rugi?

Sekarang kita jawab pertanyaan utamanya. Jika dijual Rp2.000 per pcs :
Harga jual : Rp2.000
Modal : Rp1.300
Laba kotor : ± Rp700 per pcs
Jika terjual 25 pcs : Rp700 × 25 = Rp17.500
Secara teknis masih untung, tapi tipis. Harga Rp2.000 per pcs cocok jika target pasar anak sekolah, dijual dalam jumlah besar, atau dijadikan produk pendamping (bukan produk utama).

Harga Jual Ideal Supaya Lebih Menguntungkan

Agar usaha lebih sehat, terutama jika ini dijadikan ide jualan rumahan, idealnya harga jual adalah 2–2,5 kali modal.
Rekomendasi harga :
Rp2.500 per pcs → laba ± Rp1.200
Rp3.000 per pcs → laba ± Rp1.700
Dengan harga Rp3.000 :
25 pcs × Rp1.700 = Rp42.500 laba kotor
Ini sudah jauh lebih layak sebagai usaha kecil.

Resep Martabak Pandan Mini (Lengkap & Detail)

Setelah membahas modal dan harga jual, sekarang kita masuk ke resepnya.

Bahan-bahan Martabak :
250 gr tepung terigu protein sedang
60 gr gula pasir
1 butir telur
1/4 sdt garam
Vanila essens secukupnya
350 ml susu cair
1 sdt baking powder
1/2 sdt baking soda
Pasta pandan secukupnya

Bahan Topping :
Gula pasir
Margarin
Meses coklat
Keju parut

Cara Membuat Singkat :
1. Campur tepung terigu, gula, garam, dan vanila.
2. Masukkan telur dan susu cair sedikit demi sedikit sambil diaduk.
3. Tambahkan pasta pandan hingga warna sesuai selera.
4. Masukkan baking powder dan baking soda, aduk rata.
5. Diamkan adonan ±30 menit.
6. Panaskan cetakan martabak mini, tuang adonan.
7. Saat berpori, taburi gula, tutup hingga matang.
8. Angkat, oles margarin, beri topping sesuai selera.

Untuk tekstur adonan yang pas dan visual hasil akhirnya, kamu bisa langsung menonton video resep lengkapnya melalui link di sini.

Martabak Pandan Mini sebagai Ide Jualan Rumahan

Dari sisi keuangan, martabak pandan mini punya beberapa kelebihan seperti modal kecil, bahan mudah didapat, bisa diproduksi bertahap, dan fleksibel dijual online maupun offline. Dengan penentuan harga yang tepat, martabak pandan mini bisa menjadi ide jualan yang realistis, terutama untuk pemula yang ingin mulai usaha dari rumah.

Penutup

Lewat artikel ini, saya ingin menunjukkan bahwa memasak dan berhitung bisa berjalan beriringan. Dengan memahami modal dan harga jual, kita bisa mengambil keputusan yang lebih bijak baik untuk konsumsi pribadi atau dikembangkan menjadi peluang usaha. Jika kamu tertarik menjadikan martabak pandan mini ini sebagai ide jualan, jangan lupa untuk menonton versi video resepnya agar proses pembuatannya lebih mudah dipraktikkan. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menjadi referensi untuk kamu yang ingin mulai usaha dari dapur sendiri.

Sabtu, 31 Januari 2026

Siomay Ayam Rp10.000 per Biji di PIK vs Buat Sendiri di Rumah : Lebih Hemat Mana? Ini Hitungannya!


Siomay adalah salah satu makanan yang rasanya sangat “Indonesia”. Dari pinggir jalan sampai kawasan elite, dari gerobak kaki lima sampai food court modern, siomay selalu punya tempat di hati banyak orang. Teksturnya yang lembut, dipadukan dengan saus kacang yang gurih dan sedikit pedas, membuat siomay cocok dimakan kapan saja sebagai camilan, menu sarapan, bahkan pengganjal lapar di sore hari.

Belakangan ini, siomay kembali ramai dibicarakan di media sosial. Salah satu yang cukup mencuri perhatian adalah siomay yang dijual di kawasan PIK (Pantai Indah Kapuk), Jakarta Utara, dengan harga sekitar Rp10.000 per biji. Bagi sebagian orang, harga tersebut dianggap wajar karena lokasi dan kualitasnya. Namun bagi sebagian lainnya, muncul pertanyaan sederhana tapi penting : “Kalau bikin sendiri di rumah, sebenarnya bisa lebih hemat nggak, sih?”

Sebagai seseorang yang memiliki latar belakang manajemen, saya terbiasa melihat sesuatu dari dua sisi : rasa dan angka. Maka di artikel ini, saya tidak hanya membagikan resep siomay ayam lengkap, tetapi juga mengajak kamu menghitung secara realistis perbandingan biaya antara membeli siomay di luar dan membuatnya sendiri di rumah.
Di akhir artikel, keputusan tetap ada di tangan kamu. Tugas saya hanya menyajikan datanya.

Sedikit Sejarah : Siomay dan Perjalanannya di Indonesia

Siomay sebenarnya merupakan adaptasi dari makanan Tionghoa bernama shumai. Ketika masuk ke Indonesia, siomay mengalami penyesuaian rasa agar sesuai dengan lidah lokal. Di Indonesia, siomay justru lebih identik dengan saus kacang, berbeda dengan shumai asli yang biasanya disajikan tanpa saus.

Di Bandung, siomay bahkan menjadi ikon kuliner. Hampir di setiap sudut kota, kita bisa menemukan penjual siomay dengan berbagai variasi : siomay ayam, ikan tenggiri, tahu, pare, kol, kentang, dan telur. Dari sanalah siomay kemudian menyebar luas ke berbagai daerah di Indonesia dengan karakter masing-masing.

Menariknya, siomay adalah contoh makanan rakyat yang kini juga naik kelas. Dari harga beberapa ribu rupiah per potong, kini ada siomay yang dijual di kawasan premium dengan harga belasan ribu rupiah per biji.

Siomay di PIK Rp10.000 per Biji : Mahal atau Masuk Akal?

PIK dikenal sebagai kawasan dengan biaya hidup relatif tinggi. Harga makanan di sana tentu dipengaruhi oleh biaya sewa tempat, branding, kualitas bahan, dan target pasar. Jika satu porsi siomay terdiri dari 4–5 biji, maka satu porsi bisa mencapai Rp40.000–Rp50.000, belum termasuk minuman. Untuk makan siang atau camilan sesekali, mungkin masih bisa diterima. Namun jika siomay adalah makanan favorit yang sering dikonsumsi, angka ini tentu perlu dipertimbangkan. Di sinilah pendekatan keuangan sederhana mulai relevan : cost comparison.

Perbandingan Biaya : Beli di Luar vs Buat Sendiri di Rumah

Sekarang kita masuk ke bagian yang paling menarik : hitung-hitungan. Berikut adalah estimasi harga rata-rata bahan di Indonesia (harga bisa berbeda di tiap daerah, tapi kita ambil nilai tengah).

Bahan Siomay :
Dada ayam filet 250 gr : Rp12.000
Labu siam 45 gr : Rp2.000
Tepung tapioka 110 gr : Rp3.000
Tepung terigu 20 gr : Rp1.000
Putih telur, bumbu dapur, minyak, air es : ±Rp5.000
Kulit pangsit 14 lembar : Rp5.000
Kol, kentang, telur : ±Rp8.000
Subtotal bahan siomay : ± Rp36.000

Bahan Bumbu Kacang :
Kacang tanah 100 gr : Rp6.000
Bawang merah & putih : Rp5.000
Cabai merah keriting : Rp4.000
Kemiri, gula merah, asam Jawa, saus sambal, maizena : ±Rp7.000
Subtotal bumbu kacang : ± Rp22.000
Total estimasi biaya : ± Rp58.000

Dari resep ini, kamu bisa menghasilkan sekitar 20–25 buah siomay, tergantung ukuran. Biaya per biji (homemade) jika kita ambil 22 buah siomay : Rp58.000 ÷ 22 ≈ Rp2.600 per biji. Bandingkan dengan : Rp10.000 per biji di PIK. Secara angka, membuat sendiri jelas jauh lebih hemat, bahkan bisa menghemat lebih dari 60%.

Resep Siomay Ayam Homemade (Lengkap & Detail)

Setelah melihat perbandingannya, sekarang saya bagikan resepnya secara lengkap.

Bahan Siomay :
250 gr dada ayam filet
1 sdt garam
1 sdm gula pasir
1 sdt penyedap
1/4 sdt lada bubuk
1 sdm saus tiram
1 butir putih telur
50 ml air es
45 gr labu siam parut (peras airnya)
1 sdm minyak goreng
110 gr tepung tapioka
20 gr tepung terigu protein sedang
8 lembar kol
14 lembar kulit pangsit persegi
2 buah kentang
2 butir telur rebus

Bahan Bumbu Kacang :
100 gr kacang tanah
5 siung bawang putih
7 siung bawang merah
10 buah cabai merah keriting
3 buah kemiri
550 ml air
80 gr gula merah
1 sdt garam
3 sdm air asam Jawa
1 sdm saus sambal
3 sdm larutan maizena

Cara Membuat Singkat :
1. Haluskan dada ayam, lalu campur dengan bumbu, putih telur, dan air es.
2. Masukkan labu siam, minyak, tepung tapioka, dan tepung terigu. Aduk rata.
3. Bentuk adonan menggunakan kulit pangsit dan kol.
4. Kukus bersama kentang dan telur hingga matang.
5. Untuk bumbu kacang, goreng bahan, haluskan, lalu masak dengan air dan bumbu hingga kental.
6. Sajikan siomay dengan saus kacang.

Untuk langkah detail, tekstur adonan, dan visual hasil akhirnya, kamu bisa langsung menonton video resep lengkapnya di sini.

Jadi, Lebih Pilih Beli atau Buat Sendiri?

Jawabannya sangat tergantung kondisi masing-masing. Kalau kamu sibuk, ingin praktis, dan menganggap waktu lebih berharga,
maka membeli siomay di luar bisa jadi pilihan yang masuk akal. Namun jika kamu ingin lebi hemat, suka memasak, atau ingin punya kontrol penuh atas bahan dan rasa, maka membuat siomay sendiri di rumah jelas pilihan yang lebih ekonomis.

Lewat artikel ini, saya ingin menunjukkan bahwa memasak bukan hanya soal rasa, tapi juga soal keputusan finansial kecil yang berdampak besar jika dilakukan secara konsisten. Semoga artikel ini bermanfaat, dan silakan tentukan pilihan terbaik versimu sendiri.

Kamis, 24 Oktober 2024

Suksesnya Menuntut Ilmu Dilihat dari Akhlak

  1. memahami ilmu.
  2. Lingkungan yang Mendukung: Orang tua dan guru berperan penting dalam menanamkan akhlak dan motivasi dalam belajar. Nasihat dan bimbingan yang terus-menerus akan membentuk karakter yang baik pada anak-anak dan pelajar.
  3. Praktik Ilmu dalam Kehidupan Sehari-hari: Ilmu akan terasa manfaatnya bila dipraktikkan, seperti dengan menjaga adab dalam pergaulan. Seorang penuntut ilmu sebaiknya selalu menunjukkan perilaku sopan dan rendah hati kepada guru dan teman.

Penutup

Kesuksesan menuntut ilmu tidak hanya diukur dari kemampuan akademis, tetapi juga dari bagaimana ilmu itu diterapkan dalam bentuk akhlak yang baik. Akhlak memperkuat ilmu dan menjadikannya lebih bermanfaat bagi kehidupan pribadi dan masyarakat. Dengan mengedepankan adab, ilmu yang diperoleh akan mendatangkan berkah, menjadikan hidup lebih bermakna, dan memberi manfaat tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat.

Referensi:
islam.nu.or.id
fcep.uii.ac.id

Untuk pemesanan Aqiqah praktis dan hemat bisa klik disini.

Minggu, 20 Oktober 2024

Jangan Hanya Mengandalkan IQ: Cara Melatih Kemampuan Problem Solving Anak

  1. Your Mind-Body Network for Insight and Healing. Anchor, 1998.
  2. Emmons, Robert A. The Psychology of Ultimate Concerns: Motivation and Spirituality in Personality. Guilford Press, 1999.

Tips dan Cara Melatih Kecerdasan SQ pada Anak Usia Dini

  1. Your Mind-Body Network for Insight and Healing. Anchor, 1998.
  2. Emmons, Robert A. The Psychology of Ultimate Concerns: Motivation and Spirituality in Personality. Guilford Press, 1999.

Selasa, 10 September 2024

Untuk Orang Yang Suka Gibah dan Adu Domba

Untuk Orang Yang Suka Gibah dan Adu Domba
Admin Khairunnas | Posted on July 14, 2023 | No Comments

Untuk Orang Yang Suka Gibah dan Adu Domba. Alkisah hiduplah seorang pemuda penduduk kota yang memiliki saudara perempuan yang tak tinggal bersamanya. Saudara perempuan itu tinggal di salah satu sudut kota bersama ibunya. Ya, pemuda itu sepertinya memiliki urusan lain hingga memaksanya untuk tidak tinggal bersama keluarganya.

Hingga suatu saat, saudara perempuannya mengadu kepada pemuda itu bahwa kondisinya sedang tidak baik. Ternyata perempuan itu sakit parah. Pemuda itu lantas bergegas pulang untuk menjenguk saudara perempuannya.

Nahas, tak lama kemudian perempuan itu meninggal dunia. Pemuda itu lantas merasa sangat bersalah. Ia merasa telah gagal menjaga keluarganya. Sebagai lelaki, ia merasa harus bertanggung jawab menebus segala kesalahannya.

Ia kemudian mengikuti segala proses pemularsaan jenazah saudarinya. Memandikan, mengkafani, menshalati dan ia juga ikut memikul jenazah saudarinya menuju pemakaman. Bahkan ia pun turun ke liang lahat untuk mengistirahatkan saudarinya itu.

Setelah prosesi pemakaman selesai, ia lantas pulang kembali ke rumah berkumpul dengan sanak saudara dan ibunya. Selang beberapa saat ia merasa kehilangan dompetnya. Setelah diingat-ingat, ternyata dompetnya jatuh di liang lahat dan ikut terkubur di makam saudarinya.

Ia kemudian meminta tolong seorang lelaki dari sahabatnya untuk menemani menggali ulang kuburan saudarinya. Keduanya kemudian mendatangi pemakaman dan mulai menggalinya. Ia dan sahabatnya menggali dengan kewaspadaan tinggi. Sembari mengamati setiap cangkul tanah yang barangkali terdapat dompet yang ia maksud. Dan benar, setelah galian mendekati jenazah, dompetnya pun berhasil ditemukan.

“Menyingkirlah sebentar dariku agar aku dapat melihat keadaan jenazah saudariku,” pinta pemuda itu kepada sahabatnya.

Sahabatnya pun lantas keluar dari liang lahat dan memakluminya. Sebagai seorang yang bersaudara dengan jenazah.Tentu ia ingin memastikan keadaan saudarinya di dalam lubang peristirahatan. Atau barang kali juga ada sepatah dua patah kata yang ingin diucapkan kepada saudarinya itu. Dan itu adalah privasi keluarga yang harus dihormati.

Saat ia mencoba menyingkap jasad saudara perempuannya, tetiba dari liang lahat terdapat api yang berpijar, menyemburat, dan seakan siap melahap jenazah itu dengan kobaran apinya. Ia begitu kaget. Ia lantas buru-buru keluar dari liang dan segera memerintahkan sahabatnya untuk kembali menutup makam saudarinya itu. Beruntung saja sang sahabat tidak begitu menyadari hal itu.

Pikirannya pun kacau. Hatinya begitu terpukul dan sedih. Ternyata saudara perempuan yang ia sayangi, mendapatkan siksa kubur yang pedih sekali. Ia lantas kembali ke rumah dengan gundah. Buru – buru ia mendekat kepada ibunda dan berbisik.

“Wahai ibu, ceritakanlah kepadaku bagaimanakah saudara perempuanku selama ia menjalani kehidupan di dunia?”

Merasa aneh dengan pertanyaan putranya. Sang ibu lantas menanyakan sebab mengapa ia menanyakan hal demikian. Ia pun menceritakan kejadian yang baru saja ia alami di pemakaman saudarinya. Namun anehnya, ibunya tak merasa kaget dan malah pandangannya menerawang jauh sembari berkisah.

“Dahulu saudarimu itu memiliki kebiasaan mendatangi pintu-pintu rumah tetangga. Ia kemudian menempelkan telinganya di daun pintu, untuk mencuri dengar perkara yang terjadi di dalam rumah tetangga. Maka ketika ia mendapatkan informasi baru, ia lantas mengumbar perkara itu, berlaku ghibah, bahkan mengadu domba antartetangga.”

Setelah mendengar penuturan sang ibunda, ia pun sekarang paham bahwa itu adalah sebab azab kubur saudarinya itu.

“Maka barang siapa yang ingin selamat dari azab kubur, hendaknya ia menjauhi perkara adu domba dan ghibah.”

Demikianlah perkataan Hujjatul Islam, Syekh Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali atau biasa dikenal dengan Imam Ghazali, menutup kisah tersebut yang termaktub dalam Kitab Mukasyafatul Qulub Al-Muqarrib ila Hadrati ‘Alamil Ghuyub fi ‘Ilmi Tasawuf, halaman 71.

Bahaya, Dampak Langsung Tidur Setelah Makan

dampak makan langsung tidur

Meskipun Anda mungkin merasa mengantuk setelah makan, tidur dengan perut penuh sebenarnya dapat mengganggu kualitas tidur Anda. Rasa tidak nyaman di perut, mulas, atau rasa terbakar di dada akibat asam lambung naik bisa membuat tidur Anda tidak nyenyak. Tidur yang tidak berkualitas pada gilirannya dapat mempengaruhi kesehatan mental dan fisik Anda secara keseluruhan.

Baca juga: Cara Mendidik Anak Ketika Memasuki Usia Pubertas

Cara Menghindari Dampak Negatif Makan Sebelum Tidur

Untuk menghindari dampak negatif yang disebutkan di atas, berikut beberapa tips yang dapat Anda terapkan:

  1. Berikan Jeda Waktu Antara Makan dan Tidur
    Sebaiknya, berikan jeda waktu minimal 2-3 jam antara waktu makan dan tidur. Ini memberikan waktu bagi tubuh Anda untuk mencerna makanan dengan baik.
  2. Pilih Makanan yang Ringan
    Jika Anda merasa lapar menjelang waktu tidur, pilihlah makanan ringan dan sehat seperti buah-buahan, yogurt, atau segelas susu. Hindari makanan berat dan berlemak yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna.
  3. Jangan Makan Terlalu Banyak di Malam Hari
    Makan dalam porsi kecil di malam hari dapat membantu mencegah perut kembung dan gangguan pencernaan. Fokuslah pada sarapan dan makan siang sebagai makanan utama Anda.
  4. Hindari Makanan Pedas dan Asam
    Makanan pedas dan asam dapat memicu produksi asam lambung yang berlebih, yang dapat meningkatkan risiko GERD jika Anda tidur setelah makan.
  5. Tinggikan Kepala Saat Tidur
    Jika Anda merasa harus tidur setelah makan, cobalah untuk tidur dengan kepala yang lebih tinggi menggunakan bantal tambahan. Ini bisa membantu mencegah asam lambung naik ke esofagus.

Kesimpulan

Tidur setelah makan adalah kebiasaan yang dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan, mulai dari gangguan pencernaan hingga peningkatan risiko penyakit serius. Untuk menjaga kesehatan, penting untuk memberikan waktu bagi tubuh Anda untuk mencerna makanan sebelum tidur dan menghindari makanan berat di malam hari. Dengan memperhatikan pola makan dan tidur, Anda dapat mencegah berbagai masalah kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup Anda secara keseluruhan.

Referensi

  1. Alodokter
  2. Hello Sehat
  3. Siloam Hospitals

 

Kunjungi website media.aqiqahnurulhayat.id untuk mengenal lebih dalam tentang Aqiqah Nurul Hayat

Untuk pemesanan Aqiqah praktis dan hemat bisa klik disini.

Aqiqah PALEMBANG