Dandelion
Selasa, 03 Februari 2026
Martabak Pandan Mini Dijual Rp2.000 per Pcs Masih Untung atau Rugi? Ini Hitungan Modal & Resep Lengkapnya
Sabtu, 31 Januari 2026
Siomay Ayam Rp10.000 per Biji di PIK vs Buat Sendiri di Rumah : Lebih Hemat Mana? Ini Hitungannya!
Kamis, 30 Maret 2023
Raudhah Taman Surga dan keutamaan beribadah
Raudhah dan Makam Nabi Muhammad SAW yang terletak di area Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, tak luput dari kunjungan jemaah haji maupun umrah. Saban hari, tempat tersebut ramai dikunjungi peziarah. Selain salat Arba’in di Masjid Nabawi, para jemaah haji tentunya tak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk berkunjung ke sana dan makam Rasulullah. Ini meski diberlakukan tasreh mulai tahun ini.
Kekinian, untuk memasuki tempat itu, para jemaah haji memang memerlukan tasreh yang dikoordinasikan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji. Peraturan surat izin itu baru diberlakukan pada musim ibadah haji 2022.
Raudhah merupakan sebuah sudut tempat di dalam Masjid Nabawi yang keberadaannya ditandai dengan tiang-tiang putih, jika mengacu pada keadaan awalnya, tempat ini berada diantara Rumah Nabi (sekarang Makam Rasulullah SAW) sampai mimbar. Sedikit info untuk Anda, panjang raudhah dari arah timur ke barat sepanjang 22 meter dan 2 meter luas dari utara ke selatan. Dipercaya bahwa tempat ini merupakan salah satu tempat yang mustajab untuk memanjatkan do’a.

Sejarah Raudhah
Raudhah dari segi bahasa berarti taman, dalam salah satu hadistnya, Rasulullah bersabda, “antara rumahku dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga.”
Rasulullah Muhammad SAW sendiri yang memberi nama tempat tersebut Raudhatul Jannah atau berarti Taman Surga. Pada masa lalu, area Raudhah tepatnya ada di luar Masjid Nabawi atau secara spesifik berada di antara rumah Nabi dan mimbar di masjid. Namun sekarang seiring perluasan Masjid Nabawi yang telah dilakukan tidak hanya sekali, namun sudah beberapa kali, lokasi raudhah saat ini ada dalam area masjid.
Pada masa Rasulullah masih hidup, beliau sering duduk untuk membacakan wahyu dan mengajarkannya kepada para sahabatnya di Raudhah. Nabi Muhammad pernah bersabda, “Antara kamarku dan mimbarku terletak satu bagian dari taman surga.”
Sedangkan kamar yang dimaksud itu, sekarang menjadi tempat pemakaman Nabi, sesuai wasiatnya yang mengatakan, “Tidak dikuburkan seorang Nabi, kecuali di tempat di mana dia meninggal.”
Keutamaan beribadah di Raudhah
Mengutip buku Keajaiban Masjid Nabawi karya M. Irawan, Raudhah merupakan tempat yang mulia. Di tempat inilah Rasulullah SAW beribadah, memimpin sholat, menerima wahyu, dan juga tempat ibadah para sahabat Nabi SAW.
Umat Islam disunnahkan untuk memperbanyak ibadah di Raudhah. Merangkum berita detikhikmah detikcom, beberapa ibadah yang dapat dilakukan seperti sholat baik wajib maupun sunnah, zikir, dan i’tikaf.
Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim bersabda:
صَلاَةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ، إِلَّا المَسْجِدَ الحَرَام
Artinya: “Satu sholat di masjid saya (Masjid Nabawi) ini lebih baik daripada seribu sholat di tempat lain, kecuali Masjidil Haram.”
Perbedaan Haji dan Umroh
Sebelum membahas hal itu kita akan membahas definisi keduanya terlebih dahulu. Mengutip buku Ensiklopedia Fiqih Haji dan Umroh oleh Agus Arifin, haji secara bahasa adalah الْقَصْدُ yang artinya adalah sengaja. Menurut istilah, haji berarti niat menuju Baitul Haram dengan amal-amal yang khusus, atau juga diartikan dengan menyengaja mengunjungi Ka’bah dengan niat beribadah dalam waktu, syarat, dan cara tertentu.
Adapun umrah, dalam buku Inti Fiqih Haji dan Umrah yang merupakan terjemah dari Kitab Al-Manasik al-Shughra li Qashid Umm al-Qura karya Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari. secara bahasa adalah زِياَرَةُ atau Ziarah, dan menurut istilah adalah menziarahi Ka’bah untuk melakukan amalan-amalan.
وَاَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلّٰهِ ۗ
Artinya: “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah…”
Serta dalam firman Allah surah Al-Baqarah ayat 158:
اِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَاۤىِٕرِ اللّٰهِ ۚ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ اَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ اَنْ يَّطَّوَّفَ بِهِمَا ۗ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًاۙ فَاِنَّ اللّٰهَ شَاكِرٌ عَلِيْمٌ
Artinya: “Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah. Maka barangsiapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui.
Hukum Haji dan Umrah
Berdasarkan terjemahan kitab KH Hasyim Asy’ari di atas, hukum haji dan umrah sendiri adalah sebagai berikut :
- Fardhu ‘ain, bagi mereka yang belum pernah melaksanakan haji dengan (memenuhi) syarat-syaratnya.
- Fardhu kifayah, bagi umat islam secara umum untuk meramaikan Ka’bah setiap tahunnya.
- Sunnah, seperti hajinya budak dan anak-anak.
- Haram, apabila ia berhaji namun mendatangkan bahaya yang besar bagi seseorang.
Baca juga : Tata Cara Umroh Mulai Dari Ihram Hingga Tahallul
Perbedaan Haji dan Umrah
Dalam hal syarat, ibadah haji dan umroh memiliki syarat yang sama di antara keduanya. Namun mengutip buku Fiqih Umroh oleh Muhammad Ajib, ibadah haji dan umroh menjadi ibadah yang hampir mirip pada beberapa cara pelaksanaannya. Namun, keduanya memiliki beberapa perbedaan yang harus kita ketahui, diantaranya adalah:
Waktu Haji dan Umrah
Perbedaan yang pertama adalah dari waktu pelaksanaan. Sudah jelas bahwa ibadah haji hanya bisa dilakukan ketika bulan haji saja (Syawal, Dzulqa’dah dan Dzulhijjah). Namun ibadah umrah bisa dilakukan kapan saja, bahkan ketika di bulan haji, umroh boleh dilakukan.
Durasi Haji dan Umrah
Kemudian, perbedaan selanjutnya adalah berdasarkan durasi pelaksanaan. Ritual pada ibadah haji, biasanya membutuhkan waktu yang lama. Paling tidak dilakukan selama 4 atau 5 hari. Pelaksanaannya dimulai sejak tanggal 9 Dzulhijjah sampai tanggal 13 Dzulhijjah. Sementara untuk ritual ibadah umroh, hanya membutuhkan waktu kurang lebih dua sampai tiga jam.
Jumlah Rukun
Selanjutnya, sah atau tidaknya ibadah haji dan umroh, adalah bergantung pada rukunnya. Apabila terpenuhi semua rukun-rukun ibadahnya, maka ibadah tersebut dianggap sah. Adapun rukun dari kedua ibadah tersebut memiliki perbedaan, yaitu:
Rukun Haji
1. Ihram
2. Wukuf di Arafah
3. Thawaf
4. Sa’i antara bukit Shafa Marwah
5. Mencukur rambut
6. Tertib rukun
Rukun umroh
1. Ihram
2. Thawaf
3. Sa’i antara Shafa dan Marwah
4. Mencukur rambut
5. Tertib rukun
Ciri-Ciri Umroh Mabrur
Ciri-ciri umroh mabrur, Tentu kita sudah sering mendengar kata haji mabrur/umroh mabrur. Mabrur berarti diterimanya ibadah haji/umroh kita oleh Allah SWT. Sebagai umat Islam yang datang ke Mekkah pastinya menginginkan ibadahnya di tanah suci tersebut bisa mabrur. Allah menjanjikan bagi umat Islam yang haji/umrohnya mabrur kelak balasannya adalah surga.
apakah kita bisa mengetahui mana yang diterima dan mana yang tidak, karena hal tersebut sangat ghaib bagi kita, kita tidak bisa begitu saja menyebutkan bahwa umroh orang tersebut mabrur atau tidak, namun kita akan mengetahuinya dari berbagai perubahan yang terjadi kepada orang tersebut setelah melaksanakan Umroh. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri orang yang umrohnya di terima
Dikatakan mabrur dan tidaknya memang hak Allah sepenuhnya tapi kita bisa melihat dari ciri-ciri para haji dan umroh yang ibadahnya mabrur yakni sebagai berikut :
1. Perubahan perilaku
Perilaku sehari-haribisa menjadi tolak ukur umroh atau hajinya mambrur atau tidak. yang sebelumya kasar setelah pulang akan berubah rerilakunya menajadi ramah dan santun, dan pastinya akan lebih rajin menjalankan ibadah.
karena menurut sebagian orang yang pernah melaksanakan umroh dan haji di Makkah, apabila kita berkata-kata tidak baik kepada Allah dan kepada orang lain di saat sedang melaksanakan Umroh dan Haji maka balasannya akan disegerakan di saat itu juga, maka biasanya bagi orang-orang yang umrohnya di terima Allah, akan selalu ada perubahan perilaku ini ketika mereka pulang ke Indonesia.
2. Bersifat lebih dermawan
Para jamaah haji/umroh yang mabrur ia akan jadi lebih rajin bersedekah dan berinfaq. Menyantuni anak yatim dan orang miskin. Dia tidak segan-segan menafkahkan hartanya untuk orang lain. Mereka sadar bahwa kekayaan dunia adalah semu.
hal ini adalah perubahan yang sangat besar bagi orang-orang yang telah berumrah dan telah berhaji, karena umroh yang mabrur menjadikan mereka sadar bahawa kekayaan dunia yang sesungguhnya adalah kekayaan yang dapat di bawa ke akhirat, yaitu kekayaan yang di dermakan untuk amal sholeh dan di shodaqohkan.
3. Semakin taat dalam beribadah
Bagi seseorang yang sudah pernah melaksanakan perjalanan Umroh dan Haji tentunya kita akan merasakan betapa besarnya ke-Maha Kuasaan Allah SWT, dan merasakan bahwa dirinya betapa kecil di hadapan Allah, dari hal ini biasanya menjadikan orang yang umrohnya mabrur akan semakin meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah dan semakin cintanya kepada Nabi Muhammad SAW, hal ini yang paling di idam-idamkan oleh banyak orang yang telah beribadah umroh dan haji, karena tidak semua orang bisa mendapatkan perubahan ini.
4. Sifat sosial lebih meningkat
Bagi orang-orang yang haji atau umrohnya mabrur akan ada perubahan secara sosialnya, akan lebih mudah untuk bergaul dengan orang lain dan cenderung tidak sombong dan angkuh karena merasa sudah berhaji, atau sudah berumroh, lebih bisa menempatkan dirinya di masyarakat dan lebih bisa perhatian terhadap isu-isu yang terjadi di masyarakat sekitarnya.
5. perubahan Secara Materi
Bagi orang-orang yang telah melaksanakan Umroh dan Haji, Allah akan gantikan harga yang dibelanjakan untuk melaksanakan ibadah umroh dan haji tersebut dengan berlipat-lipat kali ganda, selama niatnya orang yang umroh itu hanya lillahi taala, bukan karena maksud apapun, dan bukan karena maksud riya dan sombong, atau karena malu bahwa orang lain baik itu keluarga atau teman-temannya sudah umroh dan dia belum, atau umrohnya bukan karena dorongan hati, karena ikut dengan teman-temannya.
Meskipun biaya yang digunakannya adalah biaya sendiri, namun karena niat umroh atau hajinya bukan karena Allah dan bukan karena ingin membuktikan kecintaan kepada Allah maka hal itu akan sia-sia belaka, hanya akan menjadikan umroh dan hajinya lelah dan cape dan tidak lebih hanya sekedar tamasya dan berdarma wisata saja.
Resep Soto Ayam Lamongan
Soto ayam Lamongan merupakan salah satu soto khas Jawa Timur yang populer. Hidangan berkuah ini biasanya ditemui di pinggir-pinggir jalan karena dijual menggunakan gerobak. Meskipun demikian, rasa soto ayam Lamongan tidak kalah dengan hidangan-hidangan mewah. Rasanya yang gurih diperoleh dari bumbu-bumbu rempah seperti jahe, merica, ketumbar, dan kemiri. Kuah soto ini berwarna bening kekuningan karena menggunakan kunyit.
Jika biasanya kamu menyantap soto ayam khas Lamongan di restoran atau pedagang kaki lima, kali ini kita buat sendiri, yuk! Pertama kita pilih ayam kampung sebagai bahan utamanya. Gunakan ayam utuh agar kamu bisa mendapatkan kaldu gurih dari tulang ayam. Pastikan kamu menggunakan api kecil saat merebus ayam agar kaldu keluar sempurna dan daging ayam empuk merata.
Satu lagi yang menjadi khas dari menu ini adalah aroma dan warna kuahnya. Rahasianya ternyata datang dari kunyit bakar. Cuci bersih kunyit, panggang di kompor hingga kulitnya berubah warna, kupas kunyit, dan baru deh kamu haluskan bersama bumbu lainnya. Kunyit yang dibakar ini ternyata memberi aroma yang khas sekaligus memberi warna kuning yang terang untuk kuah soto.
Resep Soto Khas Lamongan
BAHAN
- 1 ekor (700 g) ayam kampung
- 2.5 L air
- 5 lembar daun jeruk
- 1 sdt garam
- 1 sdt gula pasir
- 2 sdm kecap manis
- 2 batang serai, memarkan
- 2 cm lengkuas, memarkan
- 2 sdm minyak, untuk menumis
- 300 ml minyak, untuk menggoreng
Bumbu halus
- 12 butir bawang merah
- 8 siung bawang putih
- 2 cm jahe
- 3 cm kunyit bakar
- 4 butir kemiri
- 1 sdm bawang putih goreng
- 1 sdm bawang merah goreng
Bumbu pelengkap
- 50 g suun kering, seduh air hangat, tiriskan
- 2 buah tomat, potong kasar
- 2 batang daun seledri, cincang halus
- 3 butir telur ayam rebus, iris
- 200 g kol, iris halus
- sambal rawit
cara membuat
- Siapkan bahan, uleg bumbu halus.
- Potong tomat, kol, seledri, dan daun bawang, sisihkan.
- Didihkan air, masukkan ayam, rebus sampai ayam matang dan berkaldu. Saring kotoran yang mengapung.
- Panaskan minyak, tumis bumbu halus sampai wangi.
- Tambahkan daun salam, serai, daun jeruk, lengkuas, aduk sebentar.
- Masukkan bumbu tumis ke dalam rebusan ayam.
- Masukkan daun bawang, bubuhi garam, gula, dan kaldu bubuk. Koreksi rasa sampai pas sesuai selera. Angkat ayamnya, tiriskan.
- Goreng ayam sebentar, kemudian angkat.
- Suwir-suwir ayam.
- Buat bubuk koya : Blender halus kerupuk udang dan bawang putih goreng, sisihkan.
- Tata irisan kol, soun, irisan tomat, seledri, suwiran ayam, dan telur rebus. Siram dengan kuah panas.
- Kemudian beri 1 sdm bubuk koya. Sajikan segera dengan perasan jeruk nipis dan sambal.
semoga bermanfaat
Resep Bihun Bebek khas Medan
Ada banyak sekali makanan khas Medan yang enak dan perlu dikenal banyak orang, salah satunya adalah menu bihun kuah bernama bihun bebek. Bihun bebek secara umum adalah bihun kuah dengan topping daging bebek suwir yang dinikmati dengan taburan bawang goreng dan minyak bawang yang gurih.
Bihun Bebek Asie Kumango telah ada sejak tahun 1930. Dengan kata lain, tempat makan di Medan satu ini telah berdiri selama kurang lebih 88 tahun lamanya. Kedai sarapan pagi ini sejatinya hampir mirip dengan kedai lainnya. Bangunannya didominasi warna putih, dindingnya dihiasi pernak-pernik etnik seperti keramik
Bahan:
- 1 ekor bebek muda
- 2 sdm cuka
- 2 sdt garam
Kuah kaldu:
- 1,5 liter air
- 3 cm jahe, memarkan
- 3 siung bawang putih, memarkan
- 2 batang daun bawang prei, potong-potong
- 1 sdm angciu
- garam dan merica bubuk secukupnya
Minyak bawang:
- 8 siung bawang putih, memarkan dan cincang
- 3 sdm minyak goreng
- 3 sdm minyak wijen
Bahan pelengkap:
- bihun secukupnya
- sambal rawit, kecap asin, daun selada, bawang goreng, daun ketumbar dan daun bawang secukupnya
Cara Membuat:
- Lumuri bebek dengan cuka dan garam hingga merata. Diamkan selama 2 jam. Cuci bersih bebek, potong-potong jadi beberapa bagian.
- Rebus bebek dengan hingga mendidih selama 10 menit. Buang air rebusan pertama ini.
- Masukkan air 1,5 liter dan bebek beserta semua bumbu kaldu. Masak menggunakan panci presto selama kurang lebih 25 menit. Matikan api.
- Panaskan minyak untuk minyak bawang, masukkan bawang putih dan aduk terus hingga agak kecokelatan. Gunakan api kecil agar bawang tidak gosong.
- Oseng terus agar matang merata. Jika sudah mulai cokelat, segera tiriskan bawang sambil sesekali disiram minyak panas. Matikan api dan sisihkan minyak bawang dan campurkan dengan minyak wijen.
- Rebus bihun secukupnya dengan sedikit garam. Tiriskan setelah matang.
- Di dalam mangkuk, tuang 1 sdm minyak bawang, 1/2 sdm angsiu, dan sedikit merica bubuk. Tata bihun di dalam mangkuk, aduk rata dengan bumbu.
- Beri selada di samping mangkuk dan sajikan kuah bebek di mangkuk terpisah. Suwir-suwir daging bebek dan taruh di atas bihun.
Sajikan bihun bebek dengan taburan bawang putih goreng dan daun ketumbar. Bihun bebek khas Medan siap dinikmati selagi hangat. Bisa tambahkan sambal rawit jika ingin rasa pedas.





